Rabu, 11 Mei 2011

Rakor Pariwisata Maret 2011

Sambutan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Rasyidah M. Dallah, SE.M.Si mengatakan Kunjungan Wisman ke Aceh dibawah tahun 2004 hanya berjumlah 10 ribu orang. Sedangkan sampai dengan tahun 2010 meningkat 700 ribu wisman. Ini menandakan bahwa daerah Aceh mempunyai potensi kebudayaan dan pariwisata yang menarik yang patut kita tingkatkan. Potensi Kebudayaan dan Pariwisata merupakan sektor devisa yang harus kita tingkatkan menjadi sektor utama dibandingkan dengan sektor pertambangan energi yang kian hari semakin menipis. Oleh karena itu Pemerintah Aceh Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menggagas tahun 2013 sebagai tahun kunjungan wisata di Aceh dengan tema “Visit Aceh Year 2013”.

Sambutan Kepala Biro Perencanaan dan hukun Setjen Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Drs. Thurman Siagian, M.Si, menyatakan bahwa Pariwisata merupakan tonggak pembangunan karena pariwisata bisa menyumbang sebagian devisa negara. Semakin berkurangnya produksi hasil energi negara, pariwisata menjadi primadona dan memegang peranan penting disetiap daerah-daerah di Indonesia untuk menjadi penyumbang pendapatan daerahnya. Dilihat dari jumlah kunjungan pariwisata Aceh, sungguh meningkat dengan pesat hanya dalam jangka waktu 5 tahun. Kita patut bangga dengan keanekaragaman budaya Indonesia, seperti pada tahun 2010 lalu sektor kebudayaan dan pariwisata kita telah mendunia ditandai dengan diakuinya Batik dan Keris sebagai warisan budaya dunia. Dan hasil dari perjuangan budaya lainnya seperti produksi film yang lulus sensor berjumlah 77 film setelah sekian lama produksi perfilman indonesia mati suri. Dari sektor pariwisata, jumlah wisman yang berkunjung ke indonesia berjumlah 7 juta wisman. Memang kalah dibanding dengan Malaysia dan Singapore yang berjumlah 20 juta wisman. Tapi bila dibandingkan dengan segi promosi negara jiran tersebut mengalokasikan anggaran sampai US$ 100 juta sedangkan indonesia hanya US$ 20 juta. Indonesia juga mempunyai budaya dan moral yang tinggi, malaysia mempunyai genting island tempat casino terbesar di asia tenggara. Dan hitungan jumlah wisaman 20 juta orang termasuk juga dengan warga indonesia di johor border yang melewati perbatasan untuk mencari keperluanya sesaat. Dengan asumsi tersebut maka jumlah wisman 7 juta orang di indonesia merupakan sebuah rekor yang tinggi yang patut pertahankan dan ditingkatkan. Untuk kedepan Aceh bisa lebih proaktif mempromosikan wisata sehingga lebih maju. Anggaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Tahun 2011 berjumlah 2.1 Trilyun untuk Aceh tahun lalu hanya 2 M dan tahun ini berjumlah 17 Milyar.

Sambutan Asisten III Ridwan Hasan, menyatakan pariwisata Aceh sudah ada sejak berabad-abad lampau, pada masa kesultanan dahulu ada balai musafir yang mengurus pelancong luar yang datang ke Aceh. Jika dikelola dengan benar sektor pariwisata akan menjadi andalan peningkatan ekonomi Aceh kedepan. Aceh tidak boleh bergantung pada migas yang sudah mulai berkurang. Selain alam yang indah, sejarah yang hebat juga menjadi daya tarik tersendiri untuk meningkatkan potensi kebudayaan dan pariwisata Aceh.

Paparan Materi oleh Nara Sumber hari Kamis tanggal 10 Maret 2011 pukul 9.00 WIB

Pembicara ke-I :

Drs. Thurman Siagian, M.Si (Kepala Biro Perencanaan dan hukum Setjen Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata)

Kegiatan pariwisata adalah kegiatan mencintai nusantara karena uang yang dibelanjakan di wisata nusantara yang akan menggerakkan ekonomi masyarakat dan mempererat hubungan masyarakat. Capaian bidang kebudayaan dan pariwisata tahun 2010 :

· Angklung sudah menjadi representatif warisan tak benda warisan manusia,

· Inventarisasi situs berjumlah 8863 situs

· Wisata nusantara 234 juta wisman tahun 2010

Icon pemasaran pariwisata “wonderful indonesia”

Untuk Bidang Kebudayaan terdapat permasalahan dan tantangan sebagai berikut :

Permasalahan :

1. Karakter dan jati diri bangsa blm kuat

2. Pemahaman dan apresiasi masyarakat terhadap keragaman budaya masih rendah (dalam setiap perencanaan melalui Bappeda dan DPRD masalah budaya selalu menjadi prioritas paling bawah)

3. Kualitas pengelolaan warisan budaya masih rendah

4. Sumber daya bidang kebudayaan masih rendah

Tantangan :

1. Memelihara dan melestarikan nilai2 tradisi luhur

2. Peningkatan pemahaman dan apresiasi seni dan budaya

3. Peningkatan upaya perlindungan, pengembangan dan pemamfaatan warisan budaya

4. Peningkatan kapasitas sumber daya pembangunan kebudayaan.

Sedangkan Bidang Pariwisata terdapat permasalahan dan tantangan sebagai berikut :

Permasalahan:

1. Belum siapnya tujuan wisata nasional untuk dapat bersaing

2. Jumalah dan nilai investasi bidang pariwisata perlu ditingkatkan

3. Pemamfaatan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi sebagai sarana pemasaran dan promosi perlu ditingkatkan

4. Kualitas dan kuantitas serta profesionalisme SDM pariwisata perlu ditingkatkan

5. Kemitaraan dan kerja sama antara pemerintah dan swasta termasuk masyarakat perlu ditingkatkan

Tantangan :

1. Meningkatkan kesiapan tujuan pariwisata nasional agar mampu bersaing

2. Meningkatkan iklim investasi yang kondusif

3. Meningkatkan kemampuan dalam memamfaatkan ICT dlm pemasaran pariwisata

4. Meningkatkan kualitas dan kuantitas serta profesionalisme sdm

5. Meningkatkan kerja sama dan kemitraan yang efektif

Rancangan Rencana Kerja Kebudayaan dan Pariwisata ada 4 pertimbangan yaitu : pro growth, pro poor, Projob dan pro environment.

Ada 5 program prioritas Kebudayaan dan Pariwisata :

1. Program pengembangan nilai budaya seni dan perfilm

2. Program kesejarahan purbakala

3. Program pengembangan destinasi pariwisata

4. Program pengembangan pemasaran pariwisatra

5. Program pengembangan sumber daya kebudayaan dan pariwisata

Pembicara ke-II :

Rasyidah M. Dallah, SE., M.Si (Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh)

· Visi dan misi disbudpar aceh

· Isu kritikal pengembangan pariwisata aceh

· Isu strategis pembangunan pariwisata

· 6 Program Disbudpar (RPJMA 2007 – 2012)

· Fokus wilayah/lokasi wisata 2010 – 2014

Pembicara ke-III :

Direktorat Jenderal Nilai Budaya, Seni dan Film Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata

“Pedoman Pencatatan Warisan budaya tak benda (WBTB) dlm rangka perlindungan warisan budaya indonesia”

Pembicara ke-IV :

Muslem Yacob (Kasubbid Pengembangan Kualitas SDM Bappeda Aceh)

· Visi dan Misi Aceh

· Tahapan perencanaan, kerangka waktu dan siklus perencanaan pengaggaran tahunan harus sesuai dengan musrenbang biar tidak ada longlist usulan progran/kegiatan. Yang terjadi sekarang adalah banyaknya penumpang gelap dalam perencanaan yang tidak sesuai dengan usulan musrenbang sehingga banyak longlist dari pada shortlist karena banyak usulan yang tidak sesuai dengan RPJM. Dihimbau kepada perencana khususnya Bappeda untuk bisa mengarahkan usulan seusai dengan RPJM.

Pembicara ke-V :

Junaidi, ST., MT (Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Aceh)

“Peranan Perhubungan Komunikasi dan Informasi dalam perkembangan pariwisata Aceh”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar