Kamis, 13 Juni 2013

PELATIHAN DAN PENYUSUNAN PSETK PROGRAM WISMP-2 BERLANGSUNG SANGAT PARTISIPATIF



Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bireuen menyelenggarakan pelatihan dan penyusunan Profil Sosial Ekonomi Teknis dan Kelembagaan (PSETK) di Hotel Fajar selama 2 hari pada tanggal 4 dan 5 Juni 2013. Pelatihan ini diikuti oleh 50 orang peserta yang berasal dari Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Tim Pendamping Masyarakat (TPM), Perwakilan Dinas Pengairan Pertambangan dan Energi, serta Perwakilan Dinas Pertanian dan Peternakan.
Kepala Bappeda Kabupaten Bireuen Ir. Ibrahim Ahmad, M.Si pada saat membuka Pelatihan tersebut menyatakan bahwa Kabupaten Bireuen hingga tahun 2013 ini mempunyai 35 Daerah Irigasi (DI) yang dikelola oleh 5 Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) dengan 45 Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A). Dengan luas areal pertanian yang cukup luas Kabupaten Bireuen sangat memerlukan pengembangan dan pengelolaan sistim irigasi yang baik dan berkelanjutan. Pelatihan ini merupakan salah satu cara untuk memotivasi keikutsertaan dan keaktifan petani pengguna air dalam mengelola sistim pengairan yang baik dan benar.
Lebih lanjut Kepala Bappeda juga menyatakan pengelolaan irigasi yang berintegrasi kemasyarakatan ini mempunyai landasan hukum yang kuat yaitu UU No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air dan Peraturan Pemerintah No. 20 Tahun 2006 tentang Irigasi. Kedua landasan hukum tersebut mengamanatkan pengembangan sistem irigasi tersier menjadi hak dan tanggung jawab perkumpulan petani pemakai air, artinya segala tanggung jawab pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi di tingkat tersier menjadi tanggung jawab Lembaga Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), GP3A dan IP3A. Untuk itu diperlukan kelembagaan P3A yang kuat, mandiri, dan berdaya guna sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian dalam mendukung upaya peningkatan kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional.
Pada pelatihan dan penyusunan PSETK ini juga menghadirkan narasumber dari akedemisi yaitu Ir. Nazir Ahmad, M.Si yang merupakan dosen Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Dalam paparannya Bapak Nazir menyatakan tujuan dilaksanakan pelatihan PSETK ini untuk menggali data dan informasi tentang kondisi sosial ekonomi teknis dan kelembagaan yang dibutuhkan dalam program pembinaan dan pemberdayaan kelembagaan petani pemakai air pada suatu daerah irigasi berdasarkan potensi sumber daya lokal. Hasil kegiatan PSETK ini akan menjadi bahan masukan bagi kelembagaan pengelola irigasi dalam merumuskan program untuk mengatasi kekurangan dan kendala dalam pengelolaan irigasi.
Situasi dan kondisi di seluruh Provinsi Aceh organisasi kelembagaan yang menangani pengelolaan air irigasi seperti P3A dalam keadaan mati suri, pengurusnya hanya tinggal ketua sedangkan anggotanya tidak aktif lagi mengelola lembaga tersebut, dokumen AD/ART lembaga juga tidak ada yang jelas. Untuk menanggulangi situasi tersebut, diperlukan peran aktif instansi pemerintah terkait seperti Dinas Pertanian, Dinas Pengairan dan Bappeda, untuk menghidupkan kembali lembaga ini, sehingga pengelolaan air irigasi dapat lebih baik dan mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian.
Salah satu peserta pelatihan yaitu Marzuki yang merupakan Ketua TPM Daerah Irigasi Paya Laot Kecamatan Peudada menyatakan, Pelatihan ini cukup bagus dan menarik bagi perkumpulan atau lembaga petani pengguna air. Dengan pelatihan ini data-data penting yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pengelolaan sistim irigasi menjadi lebih akurat dan detil. Pihak TPM dan P3A mendukung sepenuhnya penyusunan PSETK ini agar lembaga pelaksana pengelolaan air irigasi dimasyarakat semakin pro aktif yang pada akhirnya mampu meningkatkan produksi pertanian dan perekonomian masyarakat.